![]() |
Rendra Ramadhan Usman (Anggota DPRD Provinsi Jambi) saat mendonorkan darahnya di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi |
Jambi, Analisismedia - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Mohd Rendra ramadhan usman B.Comm, gerak cepat setelah mendapat kabar adanya pasien rujukan dari RSUD Daud Arif Kuala Tungkal yang kesulitan untuk mendapatkan darah golongan AB+ di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi pada hari, Kamis (20/03/25).
Namun, karena golongan darah yang dicari sama dengannya. Putra Asli Tanjabbar itu pun tak pikir panjang untuk mendonorkan darahnya yang juga bergolongan AB+, demi membantu pasien yang dirawat diruangan B1/Perempuan di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi atas nama Afia Wulan Utami.
Kemudian dari informasi yang didapat, stok darah golongan AB+ di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi memang sedang kosong. Maka dari itu, keluarga pasien pun diarahkan pihak RSUD Raden Mattaher ke PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Jambi untuk membeli darah yang dicari.
Sementara itu, sesampainya di PMI Kota Jambi, suami pasien yang bernama Angga pun tertunduk lesu. Karena mendengar harga darah yang disampaikan petugas jaga untuk di transfusi kan ke istrinya lumayan tinggi.
Selanjutnya, setelah mendapat kabar dari kerabat yang dihubunginya di Kuala Tungkal, ia pun bisa bernafas lega. Sebab pendonor yang ingin membantu istrinya sudah didapat, yaitu Rendra Ramadhan Usman salah satu putra terbaik yang dimiliki Kabupaten Tanjabbar.
"Bang tolong sampai kan rasa terimakasih saye yg sebesar-besarnya untuk Bapak Rendra bang ya. Semoga perbuatan baik beliau diberikan ganjaran yang lebih baik dari Allah, amin ya rabbal alamin," ujar suami pasien dengan nada gemetar.
Terpisah, saat dimintai tanggapannya via pesan WhatsApp oleh media ini. Anggota DPRD Provinsi Jambi Rendra Ramadhan Usman yang mendonorkan darahnya menyayangkan, soal putusnya kerjasama antara PMI Kota Jambi dengan RSUD Raden Mattaher karena masalah keuangan.
"Saya sangat menyayangkan putusnya kontrak kerjasama antara PMI Kota Jambi dengan RSUD Raden Mattaher ini karena masalah keuangan. Sebab ini menyangkut nyawa manusia, bukan lagi soal materi, karena tidak semua orang sanggup untuk membeli darah yang harga per kantong nya cukup lumayan tinggi," ujar Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi II tersebut.
Lebih lanjut Rendra manyampaikan bahwa memang tugasnya untuk membantu masyarakat. Dan ia pun berharap apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi orang banyak.
"Ya kita harus saling membantu bang, karena ini termasuk tugas saya sebagai wakil rakyat. Saya berharap apa yang saya lakukan dapat bermanfaat bagi pasien maupun orang banyak," tutup pria yang juga putra mantan Bupati Tanjabbar Usman Ermulan.
Perlu diketahui, harga darah per kantong di PMI Kota Jambi mencapai 480.000 rupiah. Akibat putusnya kontrak kerjasama antara PMI Kota Jambi dengan RSUD Raden Mattaher karena masalah keuangan, dapat berimbas kepada masyarakat luas, karena pasien harus menanggung sendiri biaya transfusi darah yang diambil dari gudang darah bentukan pemerintah itu.
(die)
Post a Comment